Tata Cara Mencium Hajar
Aswad
Mencium hajar aswad hukumnya
hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan
sunnah ini begitu menggebu-gebu.
Sebagian mereka bahkan rela
berdesak-desakan hingga saling dorong demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun,
bagaimanakah tata cara mencium hajar aswad yang disunnahkan Rasul ?
Dalam fiqif, mencium hajar aswad
disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilim diartikan sebagai salah
satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang
dilaksanakan dengan cara mencium atau mengusap hajar aswad, yang terdapat
disisi ka’bah, ketika melakukan tawaf.
Bahwa istilam yang disunatkan
tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi haji yang
melakukannya, yaitu:
A. Bagi
jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati hajar aswad dapat
melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi diatasnya. Hal ini diterangkan
dalam satu riwayat yang di terima dari Ibnu Umar yang mengatakan sebagai
berikut:
“ Rasulullah SAW mendatangi hajar aswad
dan menciumnya kemudian ia meletakkan kedua pipinya (diatas batu) sambil
menangis. Kemudian beliau berkata, “Disinilah ditumpahkan banyak air mata.”
(HR. al-hakim).
B. Bagi
jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya diatas hajar aswad, cukup
dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat
penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas
sebagai berikut:
“Ibnu Abbas
mencium hajar aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR. Al- Hakim dan
Muslim).
C. Bagi
jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat melakukannya sengan
mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana ini
dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi:
“ Aku melihat Umar
Ibn al-Khatab mengusap hajar aswad dengan tangannya kemudian ia mencium
tangannya berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasul
SAW melakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
D. Bagi
jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat
dan kemudian mencium tongkatnya. Seperti diterangkan dalam riwayat Abi Thufail
yang berkata:
“Aku melihat
Rasulullah SAW tawwaf di Baitullah dan mengusap hajar aswad dengan tongkatnya
kemudian mencium tongkatnya’ (HR. Muslim).
E. Bagi
jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara-cara yang disebut
diatas cukup dengan melambaikan tangan kearahnya lalu mengecup tangan sambil
terus berjalan dan membaca takbir.
AGAR TAWAF DAN SA’I
LANCAR
·
Hafalakan doa’a-do’a singkat, jangan disibukkan
dengan catatan atau buku do’a dari travel.
·
Berangkat dalam rombongan.
·
Makan sebelum berangkat.
·
Buat kelompok kecil.
·
Sepakati lokasi pertemuan jika nanti terpisah
dari rombongan.
·
Hindari waktu padat.
·
Pindah kelantai 2 atau lantai 3 jika padat.
TIPS MASUK MASJID DAN
AGAR TIDAK TERSESAT
·
Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum
waktu shalat.
·
Ingat nomor atau nama pintu masuk kenali
seperlunya.
·
Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung
dan sebagainya dan bisa dibawa saat sholat.
·
Sebelum masuk masjid buat janji dimana akan
bertemu jika ingin pulang bersama.
·
Jangan lupa janji pukul berapa saat bertemu.
·
Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera
rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
·
Membuat identitas unik rombongan bisa dengan
selempang slayer atau pita dijilbab.
AGAR TIDAK TERSESAT
·
Hafalkan lokasi sebelum keluar hotel.
· Catat juga nomer telefon dan atau alamat hotel
dan atau pembimbing anda.
·
Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan
hotel.
Aman Naik Taksi Saat Berada di Tanah Suci.
Ada beberapa
kepentingan jamaah haji/umrah yang memaksanya harus mengerti menggunakan taksi
ditanah suci. Di antaranya jika ingin berulang melakukan umrah sendiri, ziarah
dan mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah, mengunjungi masjid quba dan lainnya.
Nah, ini 6 tips agar aman naik taksi ditanah suci
1.
Pastikan sopir taksi mengerti tempat yang akan
dituju. Sebab, sopir kendaraan umum ditanah suci berasal dari berbagai bangsa
seperti Pakistan, Bangladesh, india dan birma.
2.
Sepakati dulu ongkosnya. Sekalipun disana taksi
menggunakan argometer, sopir taksi lebih suka sistem borongan.
3.
Untuk
taksi tujuan masjidil haram, para sopir taksi biasanya menggunakan system
‘ramai-ramai’. Maksudnya, satu taksi diisi penumpang banyak dan tidak saling
mengenal. Biasanya, sopir taksi meminta ongkos satu atau dua riyal saja,
4.
Pangkalan taksi dimekkah berada sekotar 50 meter
dari masjidil haram.
5.
Jika anda adalah jamaah wanita dan ingin
menggunakan taksi, pastikan anda bepergian bersama mahram. Sebab, ditengah
jalan terkadang sopir juga memuat penumpang laki-laki dan duduk bergabung
dengan anda.
6.
Jika anda bepergian bersama perempuan, misalnya
istri atau saudara, dengan menumpang taksi, anda harus masuk kedalam taksi
lebih dahulu dan keluar belakangan. Sebab, tidak sedikit kasus ketika laki-laki
keluar lebih dulu, mahram perempuannya dibawa kabur.
Keikhlasan dalam Haji
Dalam sejumlah
prosesi haji sempamanya menurut niat dan sikap ikhlas, diantaranya:
A. TALBIYAH.
Kalimat yang diucapkan ketika melaksanakan ibadah haji
yang hakikatnya memproklamirkan keikhlasannya dalam menyambut panggilan Allah untuk
berhaji, semata- mata ia peruntukan bagi Allah ta’ala.
B. THAWAF DAN SA’I.
Perjalanan yang cukup melelahkan sembari mengucapkan
kalimat tahlil (tauhid) sebagai bentuk persaksian bahwa ia melaksanakan amalan
dengan penuh keikhlasan hanya untuk allah ta’ala.
C. MENYEMBELIH HADYU (DAM).
Allah ta’ala memerintahkan untuk menyembelih hewan
tersebut penuh keikhlasan, dengan menyebut nama-Nya sebagai bentuk ketaatan
kepada-Nya.
D. MELEMPAR JUMRAH.
Melempar jumrah tidak lagi bertujuan untuk melempar
syetan, tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan menegakkan dzikrullah.
E. DOA DAN DZIKIR.
Adalah inti dari ibadah yang semata ditujukan oleh
Allah.
ETIKA MEMASUKI MASJID NABAWI.
a.
Mandi sunnah sebelum pergi kemasjid nabawi dan
berziarah kepada Nabi Muhammad SAW.
b.
Bersuci dari hadas kecil dan hadas besar.
c.
Berpakaian pakaian yang suci dan bersih, dan
disunnahkan memakai pakaian yang baru dan berwarna putih.
d.
Tidak tergesa-gesa dalam melangkahkan kaki,
bersikap tawadhu’ dan khusu’ saat pergi menuju ke masjid nabawi.
e.
Memakai wangi-wangian.
f.
Dalam perjalanan memperbanyak zikir, takbir,
tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat.
g.
Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah
saw, ketika akan memasuki masjid nabawi, dan ketika berada didalamnya.

No comments:
Post a Comment