Friday, March 4, 2016

Tata Cara Mencium Hajar Aswad




Tata Cara Mencium Hajar Aswad

Mencium hajar aswad hukumnya hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan sunnah ini begitu menggebu-gebu.
Sebagian mereka bahkan rela berdesak-desakan hingga saling dorong demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun, bagaimanakah tata cara mencium hajar aswad yang disunnahkan Rasul ?
Dalam fiqif, mencium hajar aswad disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilim diartikan sebagai salah satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang dilaksanakan dengan cara mencium atau mengusap hajar aswad, yang terdapat disisi ka’bah, ketika melakukan tawaf.
Bahwa istilam yang disunatkan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi haji yang melakukannya, yaitu:
A.      Bagi jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati hajar aswad dapat melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi diatasnya. Hal ini diterangkan dalam satu riwayat yang di terima dari Ibnu Umar yang mengatakan sebagai berikut:
Rasulullah SAW mendatangi hajar aswad dan menciumnya kemudian ia meletakkan kedua pipinya (diatas batu) sambil menangis. Kemudian beliau berkata, “Disinilah ditumpahkan banyak air mata.” (HR. al-hakim).
B.      Bagi jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya diatas hajar aswad, cukup dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas sebagai berikut:
“Ibnu Abbas mencium hajar aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR. Al- Hakim dan Muslim).
C.      Bagi jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat melakukannya sengan mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi:
“ Aku melihat Umar Ibn al-Khatab mengusap hajar aswad dengan tangannya kemudian ia mencium tangannya berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasul SAW melakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
D.      Bagi jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat dan kemudian mencium tongkatnya. Seperti diterangkan dalam riwayat Abi Thufail yang berkata:
“Aku melihat Rasulullah SAW tawwaf di Baitullah dan mengusap hajar aswad dengan tongkatnya kemudian mencium tongkatnya’ (HR. Muslim).
E.       Bagi jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara-cara yang disebut diatas cukup dengan melambaikan tangan kearahnya lalu mengecup tangan sambil terus berjalan dan membaca takbir.

AGAR TAWAF DAN SA’I LANCAR
·         Hafalakan doa’a-do’a singkat, jangan disibukkan dengan catatan atau buku do’a dari travel.
·         Berangkat dalam rombongan.
·         Makan sebelum berangkat.
·         Buat kelompok kecil.
·         Sepakati lokasi pertemuan jika nanti terpisah dari rombongan.
·         Hindari waktu padat.
·         Pindah kelantai 2 atau lantai 3 jika padat.

TIPS MASUK MASJID DAN AGAR TIDAK TERSESAT
·         Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat.
·         Ingat nomor atau nama pintu masuk kenali seperlunya.
·         Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya dan bisa dibawa saat sholat.
·         Sebelum masuk masjid buat janji dimana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
·         Jangan lupa janji pukul berapa saat bertemu.
·         Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
·         Membuat identitas unik rombongan bisa dengan selempang slayer atau pita dijilbab.

AGAR TIDAK TERSESAT
·         Hafalkan lokasi sebelum keluar hotel.
·        Catat juga nomer telefon dan atau alamat hotel dan atau pembimbing anda.
·         Bawalah catatan tersebut setiap meninggalkan hotel.

Aman Naik Taksi Saat Berada di Tanah Suci.

Ada beberapa kepentingan jamaah haji/umrah yang memaksanya harus mengerti menggunakan taksi ditanah suci. Di antaranya jika ingin berulang melakukan umrah sendiri, ziarah dan mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah, mengunjungi masjid quba dan lainnya.

Nah, ini 6 tips agar aman naik taksi ditanah suci

1.       Pastikan sopir taksi mengerti tempat yang akan dituju. Sebab, sopir kendaraan umum ditanah suci berasal dari berbagai bangsa seperti Pakistan, Bangladesh, india dan birma.
2.       Sepakati dulu ongkosnya. Sekalipun disana taksi menggunakan argometer, sopir taksi lebih suka sistem borongan.
3.        Untuk taksi tujuan masjidil haram, para sopir taksi biasanya menggunakan system ‘ramai-ramai’. Maksudnya, satu taksi diisi penumpang banyak dan tidak saling mengenal. Biasanya, sopir taksi meminta ongkos satu atau dua riyal saja,
4.       Pangkalan taksi dimekkah berada sekotar 50 meter dari masjidil haram.
5.       Jika anda adalah jamaah wanita dan ingin menggunakan taksi, pastikan anda bepergian bersama mahram. Sebab, ditengah jalan terkadang sopir juga memuat penumpang laki-laki dan duduk bergabung dengan anda.
6.       Jika anda bepergian bersama perempuan, misalnya istri atau saudara, dengan menumpang taksi, anda harus masuk kedalam taksi lebih dahulu dan keluar belakangan. Sebab, tidak sedikit kasus ketika laki-laki keluar lebih dulu, mahram perempuannya dibawa kabur.

                Keikhlasan dalam Haji
                 Dalam sejumlah prosesi haji sempamanya menurut niat dan sikap ikhlas, diantaranya:
A.      TALBIYAH.
Kalimat yang diucapkan ketika melaksanakan ibadah haji yang hakikatnya memproklamirkan keikhlasannya dalam menyambut panggilan Allah untuk berhaji, semata- mata ia peruntukan bagi Allah ta’ala.
B.      THAWAF DAN SA’I.
Perjalanan yang cukup melelahkan sembari mengucapkan kalimat tahlil (tauhid) sebagai bentuk persaksian bahwa ia melaksanakan amalan dengan penuh keikhlasan hanya untuk allah ta’ala.
C.      MENYEMBELIH HADYU (DAM).
Allah ta’ala memerintahkan untuk menyembelih hewan tersebut penuh keikhlasan, dengan menyebut nama-Nya sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya.
D.      MELEMPAR JUMRAH.
Melempar jumrah tidak lagi bertujuan untuk melempar syetan, tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan menegakkan dzikrullah.
E.       DOA DAN DZIKIR.
Adalah inti dari ibadah yang semata ditujukan oleh Allah.

ETIKA MEMASUKI MASJID NABAWI.

a.       Mandi sunnah sebelum pergi kemasjid nabawi dan berziarah kepada Nabi Muhammad SAW.
b.      Bersuci dari hadas kecil dan hadas besar.
c.       Berpakaian pakaian yang suci dan bersih, dan disunnahkan memakai pakaian yang baru dan berwarna putih.
d.      Tidak tergesa-gesa dalam melangkahkan kaki, bersikap tawadhu’ dan khusu’ saat pergi menuju ke masjid nabawi.
e.      Memakai wangi-wangian.
f.        Dalam perjalanan memperbanyak zikir, takbir, tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat.
g.       Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, ketika akan memasuki masjid nabawi, dan ketika berada didalamnya.

No comments:

Post a Comment